Adat Sunda
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penjelasan dan Sejarah Adat Sunda
Jati diri yang mempersatukan orang Sunda adalah bahasanya dan budayanya. Orang Sunda dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, dan riang.[2] Orang Portugis mencatat dalam Suma Oriental bahwa orang sunda bersifat jujur dan pemberani. Orang sunda juga adalah yang pertama kali melakukan hubungan diplomatik secara sejajar dengan bangsa lain. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah raja pertama di Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan Bangsa lain pada abad ke-15 dengan orang Portugis di Malaka. Hasil dari diplomasinya dituangkan dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. Beberapa tokoh Sunda juga menjabat Menteri dan pernah menjadi wakil Presiden pada kabinet RI.
Disamping prestasi dalam bidang politik (khususnya pada awal masa kemerdekaan Indonesia) dan ekonomi, prestasi yang cukup membanggakan adalah pada bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi, musisi, aktor dan aktris dari etnis Sunda, yang memiliki prestasi di tingkat nasional, maupun internasional.[3]
Rumah Adat
Rumah adat Sunda sebenarnya memiliki nama yang berbeda-beda bergantung pada bentuk atap dan pintu rumahnya. Secara tradisional ada atap yang bernama suhunan Jolopong, Tagong Anjing, Badak Heuay, Perahu Kemureb, Jubleg Nangkub, Capit Gunting, dan Buka Pongpok. Dari kesemuanya itu, Jolopong adalah bentuk yang paling sederhana dan banyak dijumpai di daerah-daerah cagar budaya atau di desa-desa.
Jolopong memiliki dua bidang atap yang dipisahkan oleh jalur suhunan di tengah bangunan rumah. Batang suhunan sama panjangnya dan sejajar dengan kedua sisi bawah bidang atap yang sebelah menyebelah, sedangkan lainnya lebih pendek dibanding dengan suhunan dan memotong tegak lurus di kedua ujung suhunan itu.
Interior yang dimiliki Jolopong pun sangat efisien. Ruang Jolopong terdiri atas ruang depan yang disebut emper atau tepas; ruangan tengah disebut tengah imah atau patengahan; ruangan samping disebut pangkeng (kamar); dan ruangan belakang yang terdiri atas dapur yang disebut pawon dan tempat menyimpan beras yang disebut padaringan. Ruangan yang disebut emper berfungsi untuk menerima tamu. Dulu, ruangan ini dibiarkan kosong tanpa perkakas atau perabot rumah tangga seperti meja, kursi, ataupun bale-bale tempat duduk. Jika tamu datang barulah yang empunya rumah menggelarkan tikar untuk duduk tamu. Seiring waktu, kini sudah disediakan meja dan kursi bahkan peralatan lainnya. Ruang balandongan berfungsi untuk menambah kesejukan bagi penghuni rumah. Untuk ruang tidur, digunakan Pangkeng. Ruangan sejenis pangkeng ialah jobong atau gudang yang digunakan untuk menyimpan barang atau alat-alat rumah tangga. Ruangan tengah digunakan sebagai tempat berkumpulnya keluarga dan sering digunakan untuk melaksanakan upacara atau selamatan dan ruang belakang (dapur) digunakan untuk memasak.
Ditilik dari segi filosofis, rumah tradisional milik masyarakat Jawa Barat ini memiliki pemahaman yang sangat mengagumkan. Secara umum, nama suhunan rumah adat orang Sunda ditujukan untuk menghormati alam sekelilingnya. Hampir di setiap bangunan rumah adat Sunda sangat jarang ditemukan paku besi maupun alat bangunan modern lainnya. Untuk penguat antar tiang digunakan paseuk (dari bambu) atau tali dari ijuk ataupun sabut kelapa, sedangkan bagian atap sebagai penutup rumah menggunakan ijuk, daun kelapa, atau daun rumia, karena rumah adat Sunda sangat jarang menggunakan genting. Hal menarik lainnya adalah mengenai material yang digunakan oleh rumah itu sendiri. Pemakaian material bilik yang tipis dan lantai panggung dari papan kayu atau palupuh tentu tidak mungkin dipakai untuk tempat perlindungan di komunitas dengan peradaban barbar. Rumah untuk komunitas orang Sunda bukan sebagai benteng perlindungan dari musuh manusia, tapi semata dari alam berupa hujan, angin, terik matahari dan binatang.
Kesenian Adat Sunda
Seni tari
Seni tari utama dalam Suku Sunda adalah tari jaipongan, tari merak, dan tari topeng.Tanah Sunda (Pasundan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu. Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu degung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti gendang, gong, saron, kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan 'Orkestra' dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.
Wayang Golek
Tanah Sunda terkenal dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek adalah pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap dengan Sindennya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 – 21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Cerita wayang yang populer saat ini banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama dari tanah India. Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’ yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Cepot, Dawala, dan Gareng. Tokoh-tokoh ini digemari karena mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang sangat menarik.Seni musik
Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya. Dalam memainkan degung biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya seorang wanita yang dinamakan sinden. Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan sinden karena nada dan ritmenya cukup sulit untuk ditiru dan dipelajari. Di bawah ini merupakan beberapa lagu dari daerah Sunda:Selain itu, ada alat musik khas Sunda di antaranya adalah:
Bahasa
Ada beberapa dialek dalam bahasa Sunda, mulai dari dialek Sunda-Banten, hingga dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mulai tercampur bahasa Jawa. Para pakar bahasa biasanya membedakan enam dialek berbeda. Dialek-dialek ini adalah:
- Dialek Barat (Bahasa Sunda Banten)
- Dialek Utara
- Dialek Selatan (Priangan)
- Dialek Tengah Timur
- Dialek Timur Laut (Bahasa Sunda Cirebon)
- Dialek Tenggara
Makanan Khas
Beberapa jenis makanan jajanan tradisional Indonesia yang berasal dari
tanah sunda, seperti sayur asem, sayur lodeh, pepes, lalaban, dll.
Tata Cara Nikah Adat Sunda
a. Silaturahmi antara kedua pasangan dengan Keluarga
Dimana calon pasangan lelaki mesti mengadakan kunjungan dan perkenalan keluarga ke pada pihak kleuarga wanita dengan rombongan yang tidak terlalu banyak cukup keluarga dan saudara dekat saja.
b. Melamar, atau meminang Calon pengantin Wanita oleh Keluarga dari pasangan lelaki.
Yaitu mengadakan suatu perjumpaan keluarga dari pihak keluarga lelaki, baik secara resmi maupun tidak resmi, dan pada dasarnya acara disini menanyakan Calon Wanita dan Keluarga Calon Wanita apakah menerima atau tidak seandainya di minta atau di pinang untuk di jadikan calon istri, dengan berbagai cara baik secara langsung oleh orang tuanya masing masing atau dengan memberikan mandat kepada orang lain untuk menyampaikannya. Maka terjadilah diologis dalam acara tersebut mengenai permohonan dan jawaban dari masing masing keluarga tersebut. dan selanjutnya apabila keduanya sudah saling menerima maka biasanya dari pasangan lelaki akan memberikan sesuatu pemberian dalam bentuk cindramata, atau barang atau cincin dan lain sebagainya. Pada acara ini biasanya di lanjutkan pembicaraan mengenai rencana akad nikah yang akan datang dan sykuran untuk langkah langkah lebih lanjut.
c. Persiapan Akad Nikah dan Resepsi Pernikkahan
Dalam rangka akad nikah dan resepsi pernikahan banyak cara sebelum pelaksanaan kegiatan akad nikah pada adat istiadat sunda di antaranya:
1. Pengajian dan syukuran keluarga
2. Siran Pengantin Wanita.
3. Penyambutan Calon Pengantin Lelaki
4. Serah Terima Calon Pengantin Lelaki dengan mengadakan suatu Acara Serah Terima pengantin yang di pandu oleh seorang MC dengan acara sebagai berikut :
– Pembukaan
– Pembacaan Ayat Suci Al-Quran
– Sambutan Penyerahan dari Utusan Calon Pengantin Pria
– Sambutan Penerimaan dari Utusan Calon Pengantin Wanita
– Penyerahan secara Symbolis bingkisan dan bawaan dari Calon Pengantin Pria
- Doa
– Tutup
d. Akad NIkah
Akad NIkah biasanya di laksanakan pada pagi hari dengan tempat baik di rumah, di mesjid atau di tempat atau gedung tempat resepsi pernikahan yang di pandu langsung oleh KUA atau lebe atau Naib dengan syarat syarat utama yaitu:
1. Ada pasangan pengantin Pria dan Wanita
2. Wali yang menikahkan, yaitu orang tua Pengantin wanita atau nwalinya yang akan menikahkannya
3. Saksi dari masing masing kedua Belah pihak
4. Adanya mahar atau maskawin baik berupa barang, emas dan lain sebaginya sesuai dengan permintaan Pengantin Wanita.
5. Ijab Kabul dari Wali dengan Calon Pengantin Lelalki.
e. Upacara Adat
1. Sungkeman
Setelah akad nikah selesai maka kedua mempelai biasanya di pandu untuk memohon maaf kepada Kedua orang tuanya masing masing, yaq di pandu oleh seorang juru rias atau sinden,
2. Huap Lingkung.
Yaitu acara adat istiadat yang selalu di laksanakan yaitu huap lingkung, dimana masing masing pengantin memberi dan menerima makanan dari kedua belah pihak, serta merupakan symbol pemberian makan atau suapan ter akhir dari kedua orang tua pengantin Pria maupun Pengantin Wanita.
3. Ngeuyeuk Seureuh
Suatu acara symbol dalam rangka meramu dan menyatukan rasa kesempurnaan dalam hidup berumah tangga.
4. Saweran
Saweran dalam acara adat ini yaitu memberikan suatu kebarokahan kepada kedua mempelai dari orang tua kepada saudara dan handai tolan dengan memberikan suatu simpanan yang dapat di bagikan.
5. Buka Pintu
Biasanya dibawakan oleh juru kawih syarat dengan permohonan dan jawaban dari Calon Pengantin masing masing.
6. Lengseran
Yaitu pelaksanaan Kedua mempelai dan keluarga untuk menuju Pelaminan,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar